Promo peluncuran: gunakan YUBIE15 untuk diskon 15% di checkout.
0 item di keranjang
Kolaborator Yubie memperkenalkan Yubie Flour dalam sebuah sesi pengembangan produk
OUR STORY · BOGOR, INDONESIA

Yang tumbuh dekat,
layak punya masa depan besar.

Yubie lahir dari keyakinan bahwa ubi Indonesia dapat hadir dengan identitasnya sendiri—dipelajari dengan serius, diolah secara modern, dan diceritakan dengan jujur.

Mulai ceritanya

Dokumentasi tim dan kolaborator Yubie · 2026

01
OUR STORY

Bukan mencari bahan baru.
Melihat kembali yang sudah kita punya.

Di tengah makanan yang semakin seragam, Yubie memulai dari pertanyaan sederhana: bagaimana pangan yang tumbuh dekat dengan kita dapat menjadi mudah dipilih dalam kehidupan hari ini?

Eksplorasi ubi ungu dan tepung ubi pada pameran pangan lokal
Pangan lokal memberi titik awal; pengembangan produk memberi jalan untuk membawanya lebih jauh.

Nama Yubie berangkat dari “Yubi”—penanda ubi jalar sebagai bahan utama—dan “Bie”, bunyi yang ringan, ramah, dan mudah diingat.

Namun Yubie bukan sekadar nama untuk tepung atau satu jenis produk. Ia adalah cara kerja: memahami karakter bahan, merancang format yang relevan, lalu menahan diri dari klaim yang belum selesai dibuktikan.

“Ubi lokal tidak harus menjadi ube untuk naik kelas.”
01

Melihat yang dekat

Ubi jalar Indonesia sudah akrab, tetapi potensinya belum selalu hadir dalam format yang dekat dengan rutinitas modern.

02

Membaca peluang

Tim lintas agribisnis, gizi, dan food service memetakan bahan, proses, pengguna, serta peluang nilai tambah.

03

Menguji bentuk

Eksplorasi bergerak dari tepung menuju aplikasi—baking, minuman, ppang, mie, dan pengembangan untuk mitra pangan.

04

Bertumbuh dengan bukti

Produk, klaim, dan dampak dipisahkan dengan jelas: yang sudah terverifikasi dipublikasikan; yang masih diuji tetap menjadi agenda R&D.

FROM ROOT TO RELEVANCE

Nilai tidak berhenti di bahan.
Ia dibangun sebagai sistem.

Setiap tahap menjawab pertanyaan yang berbeda: apa bahannya, untuk siapa formatnya, bukti apa yang tersedia, dan bagaimana produk dipahami saat sampai di meja.

01SOURCE

Akar lokal

Mulai dari identitas bahan, konteks Indonesia, dan hubungan yang transparan dengan rantai pasok.

02CREATE

Rancang format

Terjemahkan karakter bahan menjadi tepung, shake, ppang, atau mie dengan tujuan penggunaan yang jelas.

03VERIFY

Uji & catat

Spesifikasi proses, pengujian produk akhir, dan sumber bukti dicatat sebelum menjadi komunikasi publik.

04SERVE

Bawa ke meja

Produk hadir sebagai pilihan pangan—bukan janji medis—dengan harga, format, dan penggunaan yang mudah dipahami.

Tim melakukan pengolahan ubi ungu pada peralatan produksi skala pilot
01 Dari formulasi menuju proses yang dapat diamati dan diulang.
Detail proses pengeringan puree ubi ungu pada drum dryer
02 Food technology menerjemahkan bahan segar menjadi format yang lebih praktis.
02
EDUCATION

Know the root.
Question the claim.

Pendidikan Yubie membantu orang memahami bahan dan proses—tanpa mengubah pangan menjadi janji medis.

KENALI AKARNYA

Sama-sama ungu. Bukan tanaman yang sama.

Ubi ungu Indonesia adalah ubi jalar (Ipomoea batatas), sedangkan ube yang populer dalam kuliner Filipina adalah yam (Dioscorea alata). Keduanya punya identitas sendiri—ubi lokal tidak perlu menjadi ube untuk terasa relevan.

Identitas bahan dimulai dari nama yang tepat.
ROOT TO TABLE

Satu perjalanan, empat titik kendali.

  1. 01Kenali

    Varietas, identitas botani, karakter sensori, dan tujuan penggunaan.

  2. 02Olah

    Proses harus memiliki spesifikasi; visual produk bukan bukti mutu.

  3. 03Verifikasi

    Uji produk akhir sebelum menerbitkan angka, klaim, atau umur simpan.

  4. 04Nikmati

    Gunakan sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan porsi yang sesuai.

IDENTITY BEFORE AESTHETIC

Ubi jalar dan ube:
mirip warna, berbeda identitas.

YUBIE'S ROOT

Ubi jalar

Ipomoea batatas
Kelompok
Sweet potato
Bagian Yubie
Akar dari eksplorasi produk
Prinsip
Diceritakan dengan identitas lokalnya sendiri
RELATED, NOT IDENTICAL

Ube

Dioscorea alata
Kelompok
Yam
Konteks populer
Identik dengan kuliner Filipina
Prinsip
Tidak dipakai sebagai nama pengganti ubi jalar
ONE ROOT · FOUR FORMATS

Bukan empat cerita terpisah.
Empat pintu menuju pangan lokal.

01Flour

Fondasi serbaguna

baking · kitchen · B2B
02Shake

Format minuman

portion · mix · enjoy
03Ppang

Format bakery

heat · share · enjoy
04Mie

Format hidangan

cook · pair · serve
03
DOCUMENTATION

What we know.
What we are still proving.

Kepercayaan tidak dibangun dengan kata paling besar. Ia dibangun dengan sumber, status, penanggung jawab, dan keberanian untuk mengatakan “belum”.

01 · DOCUMENTED

Boleh diceritakan sekarang

  • Identitas Yubie sebagai inovasi pangan berbahan ubi jalar Indonesia.
  • Empat keluarga produk dan varian komersial yang tercatat.
  • Arah pengembangan, dokumentasi proses, serta struktur tim.
STATUS · SOURCE REVIEWED
02 · IN VALIDATION

Harus melewati gate

  • Informasi nilai gizi dan klaim serat pada setiap produk akhir.
  • Umur simpan, alergen, cara simpan, dan instruksi final.
  • Status perizinan dan sertifikasi untuk entitas serta SKU yang tepat.
STATUS · DO NOT PROMOTE YET
03 · NEVER INFER

Tidak boleh dijanjikan

  • Efek penyembuhan, pencegahan penyakit, atau hasil penurunan berat badan.
  • Status halal, BPOM, atau sertifikasi lain tanpa bukti SKU-spesifik.
  • Dampak petani, UMKM, dan lingkungan tanpa pengukuran yang dapat diaudit.
STATUS · CLAIM PROTECTED
THE EVIDENCE PIPELINE

Dari dokumen internal
menjadi bahasa publik.

Publikasi adalah tahap terakhir, bukan titik awal. Perubahan spesifikasi mengulang pemeriksaan agar bahasa publik tetap terkait dengan produk yang benar.

  1. 01
    Source

    Asal data, dokumen, dan pemilik fakta jelas.

  2. 02
    Specify

    SKU, proses, versi, dan ruang lingkup ditentukan.

  3. 03
    Verify

    Bukti ditinjau terhadap produk akhir yang tepat.

  4. 04
    Approve

    Pemilik klaim memberi keputusan dan tanggal berlaku.

  5. 05
    Publish

    Hanya bahasa yang disetujui masuk ke kanal publik.

OPEN BUILDING

Dokumentasi juga bagian dari produk.

Arsitektur, product-truth gate, runbook produksi, dan keputusan teknis disimpan sebagai sistem kerja—agar pengetahuan Yubie tidak hanya hidup di kepala satu orang.

04
OUR TEAM

Three disciplines.
One local-food mission.

Yubie dibangun dari pertemuan agribisnis, ilmu gizi, pengembangan produk, dan komunikasi pasar—didampingi kepakaran food science and nutrition.

Tim dan kolaborator Yubie memegang produk Yubie Flour
PEOPLE BEHIND THE ROOT

Produk pangan tidak lahir dari satu keahlian. Ia bergerak dari bahan, formulasi, proses, brand, hingga pengalaman konsumen.

01

Nadhya Shafa

Chief Executive OfficerAgribisnis · FEM IPB

Koordinasi tim, strategi bisnis, keputusan, dan kemitraan rantai pasok.

02

Nadira Mumtaz Fauzia

Chief Production OfficerIlmu Gizi · FKGiz IPB

Pengembangan produk, standardisasi proses, kendali mutu, dan dokumentasi produksi.

03

Renata Azrarefa

Chief Marketing OfficerManajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi · SV IPB

Riset pasar, brand, komunikasi produk, pemasaran B2C/B2B, dan validasi konsumen.

04

Dr.agr. Eny Palupi, S.TP., M.Sc.

Pembimbing TeknisFood Science and Nutrition · IPB University

Pendampingan teknis untuk pengembangan pangan lokal, formulasi, dan jalur pembuktian ilmiah.

THE NEXT CHAPTER

Dari umbi lokal,
menuju meja yang lebih beragam.

Kisah berikutnya tidak hanya kami tulis. Ia tumbuh melalui produk yang diuji, mitra yang ikut membangun, dan konsumen yang memilih pangan lokal dengan lebih sadar.

Explore our products ↗Build with Yubie →